Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Ken Dedes

Titisan Ken Dedes

“Rintihan Penerusku, Raden Damarwulan”

REP | 08 August 2011 | 18:08 Dibaca: 1554   Komentar: 13   5

13127832011844119072

Damarwulan

Satu lagi penerus Ken Dedes dan Ken Arok yang terkenal dan berjaya di tanah Jawa, penerus kerajaan besar Majapahit, Raden Damarwulan. Sayangnya ia harus mati dengan tragis karena ketidakadilan yang terdapat dalam kitab Pararaton dan dituliskan sebagai naskah drama terkenal oleh pengarang Indonesia Sanoesi Pane dalam karyanya SANDHYAKALA NING MAJAPAHIT.

…..”Dengarlah rintihan Raden Damarwulan, yang melihat tingkah polah para ksatria, prajurit dan birokrat Majapahit yang arogan, yang semena-mena menjungkir balik etika, menindas rakyatnya…”

….Indah rupa langit nilakandi

Disinari oleh Dewa Surya

Tertawa puspa di lereng

Gemilang puncak gunung

Mayapada indah sekali

Laksana Suryalaya

Tanah mulya sungguh

Jawa serta Nusantara

Jiwa sukma jantung Batari Pertiwi

Kekasih Sang Dewata.

Dewata, jikalau Paduka sungguh ada,

Limpahkanlah damai ke dalam hatiku,

Aku seperti pengembara, kakiku luka, badanku remuk,

Penderitaan manusia seperti berkumpul dalam hatiku.

Dewata-dewata

Jiwaku mati dalam tubuhku, aku tak dapat merasa lagi,

Inikah jalan ke Nirwana atau jalan keedanan?

Wisnu, o, Wisnu!

Dengarlah ratap tangis jiwaku

Bersama daku berkeluh kesah kemanusiaan

Wisnu, o, Wisnu.….


**Sandhyakala Ning Majapahit, Sanoesi Pane, Pustaka Jaya 1971**

Keterangan:

Akhir cerita drama Sandhyakala Ning Majapahit ini lain sekali dengan buku yang dijadikan dasar penulisan cerita itu, yakni Serat Damarwulan. Sanusi Pane mengatakan bahwa sebagai dasar penulisan drama Sandyakala Ning Majapahit adalah Serat Damarwulan dan cerita Raden Gajah yang terdapat dalam Pararaton.


Cerita Damar Wulan diakhiri dengan kebahagiaan. Keberhasilan Damar Wulan membawa kepala Menak Jingga ke Majapahit menyebabkan dia menduduki tahta kerajaan serta dinikahkan dengan sang ratu. Damar Wulan bergelar Prabu Brawijaya serta hidup dengan kejayaannya. Sebaliknya, Sandyakala Ning Majapahit diakhiri dengan peristiwa yang tragis. Di samping Damar Wulan tidak dinikahkan dengan Ratu Majapahit, dia juga dituduh sebagai pengkhianat. Tuduhan itu mengakibatkan Damar Wulan dihukum mati. Sepeninggal Damar Wulan, kerajaan Majapahit diporakporandakan balatentara dari Kerajaan Bintara.


…..ting nang…ting…nung…dug…dug…dug….

(dalang menutup layarnya)

-tamat deh-

- sumber tulisan dan gambar: mbah google dan facebook (keywords: Sanusi Pane, Damarwulan, Sandhyakala Ning Majapahit)


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: