Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Maulana Sugaryo

Kekuatan adalah " Kata-kata yang baik yang diangkat oleh pembawa kalimat baik ke langit tinggi"

Puncak Keberhasilan Walikota Tangerang Selatan

OPINI | 24 July 2011 | 19:56 Dibaca: 1802   Komentar: 2   0

4 Program Prioritas yang akan di tuntaskan segera oleh Walikota Tangerang Selatan diantaranya adalah

1.Soal Sampah

2.Infrastruktur

3.Kesehatan

4.Pendidikan yang terjangkau

1311534525112167590

Hj.Airin Rachmi Diany,SH.MH Walikota Tangerang Selatan

Sampah sedang dalam penanganan dan pada akhirnya kesadaran masyarakat adalah faktor terbesar penyelesaian soal sampah,proyek infrastruktur dan peningkatan jalanan telah di lelang oleh dinas terkait ,dan tinggal menanti pelaksanaan,program kesehatan masyarakat sudah menerima jawaban dari kepala dinas terkait dan tinggal mengikuti prosedur yang berlaku.

Di bidang pendidikan yang terjangkau ,sempat terjadi ke kisruhan dengan adanya demo dan unjuk rasa dari elemen yang menggugat kepala dinas terkait.

Persoalan pendidikan memang tak menggembirakan semua pihak,bagi pihak orang tua siswa mungkin menyenangkan dengan adanya PerWal No. 61 tahun 2011 ,namun bagi pihak sekolah PerWal ini seperti membatasi kemajuan program peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang bersangkutan ,meskipun pada akhirnya kebocoran - kebocoran ,dan pungutan ini dan itu masih saja terjadi di kebanyakan sekolah.

Bagi pihak sekolah tidaklah salah bila mereka menerapkan biaya pada orang tua siswa sebelum PerWal No.61 tahun 2011 di terbitkan ,dan pihak orang tua siswa pun tidak bisa di larang bila mengikhlaskan besaran uang yang terlanjur masuk ke sekolah ,toh itu demi pendidikan anaknya.

Sulit..!sekali lagi semua serba sulit….!

Bila mendengar sekolah swasta yang memasang biaya hingga puluhan juta ,orang tua siswa itu,tak keberatan memasukan anaknya ke sekolah tersebut,namun bila mendengar ada sekolah negri yang meminta biaya untuk kegiatan ekstra kulikuler bagi anak siswa ,orang tua sudah protes kesana kemari ,sekali lagi semuanya serba suliiit…!

Yang terbaik bagi Pemerintah Daerah Tangsel mungkin menyediakan sebesar-besarnya anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah yang lengkap,baik melalui pinjaman antar daerah atau program kerja sama dengan pihak swasta,tanpa mengabaikan hal - hal prioritas lainnnya dalam APBD dan ABT.

Untuk mengetahui Ke arah mana Kota Tangerang Selatan Berkembang,mungkin dari BAPPEDA Tangsel bisa di ketahui jawabannya..

Ringkasan Rancangan Awal (Draft) RPJMD Kota Tangerang Selatan

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada dasarnya menerjemahkan suatu proses pemikiran strategis dan merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih dan yang telah ditetapkan.
Perencanaan strategis erat kaitannya dengan proses menetapkan arah pengembangan daerah dan target yang hendak dicapai dalam lima tahun mendatang, bagaimana mencapainya dan langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan tercapai. Penyusunannya berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dengan berbagai turunan peraturan pelaksanaannya.
Dokumen RPJMD ini terstruktur berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Visi :
Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Mandiri, Damai dan Asri

Misi :
1) Meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat
2) Meningkatkan keharmonisan fungsi ruang kota yang berwawasan lingkungan
3) Menata sistem sarana dan prasarana dasar perkotaan
4) Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan masyarakat
5) Meningkatkan fungsi dan peran kota sebagai sentra perdagangan dan jasa
6) Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Visi : Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Mandiri, Damai dan Asri
Misi :
1) Meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat
2) Meningkatkan keharmonisan fungsi ruang kota yang berwawasan lingkungan
3) Menata sistem sarana dan prasarana dasar perkotaan
4) Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan masyarakat
5) Meningkatkan fungsi dan peran kota sebagai sentra perdagangan dan jasa
6) Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Terkait dengan pengelolaan limbah baik limbah padat (sampah) maupun limbah cair di ketahui ada terdapat 5 unit water treatment plant (WTP) yang tersebar di Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren.
Di masa mendatang perlu dikembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (PSBM).
Paradigma pengolahan sampah yang telah berubah dari ?mengumpulkan, mengangkut dan membuang? menjadi ?mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, memulihkan? atau ?reduce, reuse, recycle, recover? menuntut keterlibatan masyarakat yang lebih besar dalam pengelolaan sampah.
Permasalahan ini memberikan peluang bagi para pelaku iptek dan para teknokrat bergandengan dengan para investor untuk menciptakan teknologi tepat guna penanganan sampah (menjadi prioritas utama Pemkot Tangsel).
Permasalahan lain yang dihadapi Kota Tangerang Selatan adalah masih adanya 32 titik daerah rawan banjir yang disebabkan oleh belum terintegrasinya saluran drainase dari perumahan ke drainase jalan utama, adanya pasar tumbuh yang dikenal orang dengan nama ?pasar kaget? yang sering di daerah Ciputat, juga lingkungan kumuh yang diakibatkan oleh pendatang yang tidak bertempat tinggal tetap dan tidak terdaftar secara resmi di Kota Tangsel menyebabkan mereka mendiami lokasi-lokasi bahu jalan kereta api atau tanah-tanah kosong yang tidak berpenghuni.

Aksesibilitas Selain jalan tol yang sudah eksis, juga direncanakan akan dibangun beberapa ruas jalan tol lagi. Salah satu yang sedang dalam proses adalah ruas jalan tol Bandara Sukarno Hatta - Kunciran - Serpong.
Ruas jalan tol ini akan melintasi wilayah Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Stasiun kereta rel listrik (KRL) berjumlah 5 buah dan tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Serpong (Stasiun Pasar Serpong dan Stasiun Rawa Buntu), Pondok Aren (Stasiun Jurangmangu), Ciputat (Stasiun Sudimara) dan Ciputat Timur (Stasiun Pondok Ranji).
Kemacetan dan urbanisasi merupakan tantangan untuk membuat Inter Koneksi antar moda transportasi menjadi lebih moderen. Dengan menyesuaikan wacana Pemerintah Provinsi Banten yakni adanya Kereta Api monorel dari Rawa Buntu – Bandara perlu kita apresiasi, untuk memberi solusi Fast Track penduduk Tangsel sebagai komuter ke Bandara.Terdapat 60 titik rawan kemacetan yang umumnya terdapat pada sekitar persimpangan jalan atau pasar.
Titik-titik ini tersebar di seluruh kecamatan dan terbanyak berada di Pondok Aren, Serpong Utara dan Ciputat.Sektor tersier perdagangan dan jasa sebagai primadona : memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Kota Tangerang Selatan.

Fasilitas perdagangan dan jasa yang tersedia berupa pasar, baik modern maupun tradisional, bank, BPR, KUD/koperasi, kompleks ruko dan minimart. Pasar tradisional yang terdapat di tanah milik pemerintah daerah, yaitu Pasar Ciputat, Pasar Ciputat Permai, Pasar Jombang, Pasar Bintaro Sektor 2, dan Pasar Serpong.
Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan pada tahun 2009 terutama didukung oleh percepatan pada sektor perdagangan, hotel, restoran dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan yang tumbuh sangat signifikan.

Secara keseluruhan, semua sektor ekonomi di Kota Tangerang Selatan menunjukkan pertumbuhan positif dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 8,49 % (data BPS) merupakan tertinggi di Kabupaten/Kota Provinsi Banten bahkan Nasional.APBD Kota Tangsel naik tajam TA 2010 adalah 830 Milyard, untuk tahun 2011 berubah menjadi 1,25 Trilyun tidak lepas dengan telah berperannya BP2T sejak Agustus 2009 yang lalu.
Apresiasi se tinggi-tingginya buat keberhasilan para Penjabat Walikota Tangsel pertama “Cing” Ir. HM. Shaleh, MT, Penjabat Walikota Tangsel ke dua “Kang” Eutik Suarta, SH, dan Penjabat Walikota Tangsel ke tiga “Bang” H. Hidayat Djohari, SH, MSi., juga buat Kabupaten Induk yang telah membesarkan Kota Tangsel selama 2 tahun.

SEBAGAI PENUTUP TULISAN INI,PENGHARGAAN SETINGGI-TINGGINYA MUTLAK DI TERIMA IBU WALIKOTA TERCANTIK SELURUH INDONESIA INI,BILA SELAMA 5 TAHUN MASA PEMERINTAHANNYA MAMPU MEWUJUDKAN PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR WALIKOTA DAN KANTOR SKPD ,TANPA MENODAI RASA KEADILAN WARGA KOTA TNGERANG SELATAN.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 14 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 18 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 20 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: