Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Muhammad Armand

Lahir di Polmas-Sulbar. Penulis Buku: "Remaja & Seks". ILUNI. Mengajar di Universitas Sultan Hasanuddin, Makassar-Sulawesi selengkapnya

Imam Lapeo, Wali Songonya Sulbar

REP | 07 May 2011 | 04:09 Dibaca: 3958   Komentar: 30   3

Di antara hiruk pikuknya pemberitaan tentang Osama Bin Laden dan Negara Islam Indonesia. Saya sempatkan menuliskan sosok sufi yang mungkin saja Anda belum mengenalnya.

Dialah “Wali Songo” dari Provinsi Sulawesi Barat. Lahir dengan nama K.H. Muhammad Thahir atas lebih populer dengan sebutan Imam Lapeo. Nama Lapeo sendiri diambil dari nama kampung di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Sekitar 290 Km dari Makassar.

13046922461769001493

Pic: google.com


Imam Lapeo : seorang imam di desa lapeo yang sederhana dan menyebarkan agama islam sampai ketanah bugis. sering memperlihatkan mukzisat dari sang Kuasa Daerah kelahiranku ini dikenal dengan black magic-nya, animisme dan kemusyrikan (dulu, red). Imam Lapeo-lah yang meluruskan jalan sesat mereka.

Imam Lapeo sukses menobatkan mereka, dan inilah yang menjadi salah satu alasan nama masjidnya Mesjid Jami’ At-Taubah Lapeo, kemudian dialihkan namanya mesjid Nuruttaubah Lapeo.

Jika dihubungkan dengan ke-Imam-an seseorang maka kita harus merujuk kepada beberapa kriteria seorang Imam yang saya kutip dari Qitab Hadiqatul afham karya Alwi Bin Hamid Al’Idrus: 1. Berahati rahim 2. Luas ingatannya 3. Sabar atas perintah Allah 4. Sabar atas pengawalan hamba-hamba Allah 5. Sabar atas menyampaikan nasehat-nasehat kepada ahli sembahyang 6. Selalu memperhatikan jalannya daya upaya dalam memperbaiki keadaan orang-orang kampung. 7. Kunjungi orang-orang yang menjauhkan diri dari jam’ah. 8. Ambil hati kepada orang-orang tua. 9. Dekat-dekatan orang-orang yang patut dan terhormat. 10. Mengalah buat hal-hal yang dalamnya ada kemajuan bagi persatuan dan kerukunan umum. 11. Selalu memberikan nasehat-nasehat yang perlu kepada ma’mum-ma’mumnya. (Tri Wahyu Syahputra Palonntogi).

Dalam menyebarkan agama Islam berbagai cara yang ditempuh oleh imam lapoe, dimana ia menarik perhatian masyarakat atau orang disekitarnya dalam mengajarkan agama, secara bartahap beliau mengikuti kebudayaan-kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut.

Beliau mengajak masyarakat sekitar membangun mesjid tetapi dalam kenyataannya tak semudah dibayangkan. Imam Lapeo harus berhadapan dengan maraknya perjudian, ramainya warga Mandar yang masih mabuk-mabukkan dengan minuman kebanggaannya adalah Manyang Pai’. (Tuak).

Masyarakat sendiri secara bertahap menghilangkan kebiasaan yang mereka lakukan. Bukan hanya dengan mengajak masyarakat di sekitarnya membangun mesjid Imam Lapeo juga sering bertamu di rumah masyarakat jika sedang berjalan-jalan dan juga terkadang masyarakat mendatangi rumah beliau untuk meminta doa dan petunjuk jika ada masalah yang mereka hadapi atau mempunyai keiinginan. Beliau juga terkenal dengan sikap dermawannya sampai-sampai beliau berhutang jika ada masyarakat yang memerlukan bantuan. Hal ini dituturkan oleh penulis sejarah Imam Al-Lapeo.

Paparan tersebut di atas masihlah sebuah referensi asli dari sahabat saya Tri Wahyu Syahputra Palonntogi. Kemudian, banyak hal-hal yang terjadi pada diri Imam Lapeo semasa hidupnya. Sehingga orang-orang Mandar menyebutnya sebagai Wali Songonya Sulawesi Barat. Berdakwah tanpa kekerasan, kalaupun menemukan yang haram-haram yang dilakukan oleh warga, Imam Lapeo tak harus mengerasinya.

1304697534872842060

Masigi To Lapeo yang didirikan Imam Lapeo dan telah beberapa kali direnovasi (pic: google)

Seandainya beliau masih hidup, mungkin beliau akan geleng-geleng kepala terhadap perilaku-perilaku organisasi keagamaan saat ini yang kadang memaksakan kehendak dan mengambil jalan pintas dengan melakukan kekejaman dan aksi anarkhis.

Dan tentu beliau akan mengobarkan semangat kedamaian di tengah peperangan melawan kemerosotan moral. Beliau akan mendoakan bagaimana anggota DPR kita yang telah sangat jauh melenceng dari amanah. Ada beberapa kalangan menyebutkan bahwa Imam Lapeo banyak mengadopsi kelembutan seorang Khalifah Rasulullah yakni Abu Bakar As-Shiddiek.

Apa subtansi sehingga saya tuliskan tentang sosok beliau?. Yah, mungkin saja dapat bermanfaat bagi wakil-wakil kita di Senayan yang semakin hari semakin menunjukkan gambaran dekadensi moral dan hedonisme. Mungkin juga dapat menjadi analisa komparasi terhadap tindak-tanduk pembelokan ketauhidan pada kelompok tertentu, pun dapat menjadi materi renungan terhadap diri kita sendiri.

Selain itu, Indonesia yang jumlah penduduknya semakin membengkak tetapi sudah teramat sulit menemukan sufi sekelas Imam Lapeo. Indonesia yang dulunya tak seberapa penduduknya tetapi banyak ulamanya. Sekarang, jumlah penduduk yang semakin banyak tetapi malah ulama semakin tak banyak. Yang lebih kacau lagi, malah kementerian agama dalam urusan hajinya kok bisa-bisanya korup.

Padahal pencerahan-pencerahan tentang agama sudah terlalu banyak kita bisa dapatkan bahkan televisi-televisi di Indoensia memiliki program khusus tentang pendidikan agama. Materi agama sudah kelewat banyak tetapi yang sering kita jumpai adalah lahirnya agama baru: Agama Materi.

Wallahu a’lam Bissawab..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semoga Presiden Jokowi Tidak Salah Pilih …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Pelatihan Intel Teach Project Based Learning …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 10 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: