Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ken Hirai

Bukan writer, bukan trainer juga bukan public speaker, hanya seorang petualang yang sedang mencari jalan selengkapnya

Sekilas Info Jalur Mudik Pantura

REP | 15 July 2013 | 15:27 Dibaca: 1696   Komentar: 16   6

Petualangan menyusuri jalur mudik lebaran di Pantura yang rusak parah ternyata  menjadi petualangan yang tidak mudah. Menjelajahi jalanan dari satu kota ke kota lain dengan kendaraan sendiri menjadikan perjalanan mudik menjadi penuh tantangan. Apalagi selama perjalanan mudik selalu ditemani oleh hujan deras dan cuaca yang tidak menentu. Dalam petualangan mudik ini saya memilih jalur pantura. Jalur yang terkenal sangat padat saat mudik lebaran.

Perjalanan di awali dari tol JORR yang mulus dan lengang. Memasuki tol Cikampek perjalanan masih lancar meskipun masih ada beberapa titik perbaikan tapi tidak mengganggu pengguna jalan. Sebaliknya kendaraan dari arah Cikampek-Jakarta tampak macet total. Dalam petualangan mudik ini, kemacetan baru dirasakan ketika memasuki kabupaten Subang hingga Indramayu. Ada banyak titik-titik perbaikan jalan karena jalanan yang rusak parah. Meskipun demikian kendaraan masih bisa berjalan lambat dan terkadang harus bergantian dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Kemacetan paling parah ketika memasuki Jawa Tengah khususnya jalur Brebes-Tegal. Jalannya rusak parah dan banyak yang berlubang besar. Di beberapa titik selain berlubang, aspalnya juga mengelupas dan banyak genangan air. Jika dibiarkan sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor. Kemacetan di jalur Brebes-Tegal juga disebabkan oleh perbaikan jembatan dan betonisasi jalan yang belum selesai.

Memasuki kota Pemalang, juga ada perbaikan jembatan yang menyebabkan kendaraan harus berhenti. Alat-alat berat masih nongkrong di bahu jalan. Petugas dan para pekerja sibuk mengatur pemakai jalan untuk antri dan bergantian. Selain itu di jalur Pemalang-Pekalongan juga banyak jalan yang berlubang dan bergelombang. Para pemudik harus selalu berhati-hati dan waspada.

Memasuki kota Batang, jalanan tampak mulus. Tapi tetap harus waspada karena jalanan licin dan berkelok-kelok. Kemacetan kembali dirasakan memasuki jalur Kendal-Semarang. Secara keseluruhan jalur Pantura sepertinya belum siap untuk menerima pemudik. Sepertinya janji pemerintah yang mengatakan pada H-10, semua jalur pantura siap untuk digunakan sebagai jalur mudik tidak akan terwujud. Parahnya kerusakan jalan dan kesulitan keuangan para kontraktor yang diakibatkan oleh kenaikan BBM merupakan salah satu penyebabnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: