Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Imi Suryaputera™

Pria, orang kampung biasa, Pendidikan S-3 (Sekolah Serba Sedikit)

Sepeda Motor dan Mobil Surat Sebelah

REP | 19 February 2013 | 20:37 Dibaca: 1935   Komentar: 0   0

Seorang pernah menawari saya sebuah sepeda motor. Sebetulnya jika ditawari sepeda motor, bukanlah hal yang aneh. Namun akan menjadi hal yang mengherankan jika sebuah sepeda motor keluaran terbaru, beberapa bulan, tapi dijual seharga antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Sangat murah, masih baru pula. Tapi menurut teman saya itu; sepeda motor itu memiliki “surat sebelah”.
Saya pun penasaran dengan istilah tersebut.
Sepeda motor surat sebelah, menurut teman saya itu merupakan sepeda motor yang dibeli secara angsuran atau kredit melalui lembaga pembiayaan maupun penjamin seperti Bussan Auto Finance (BAF), Adira, maupun FIF (Federal International Finance).

Disebut dengan surat sebelah, disebabkan sepeda motor tersebut belum lunas; cuma memiliki STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), belum ada BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor).
Oleh pemilik asalnya sepeda motor itu dipindah tangankan ke pihak lain alias dijual tanpa sepengetahuan pihak Dealer maupun lembaga penjamin kredit.
Modus yang biasa digunakan adalah; sepeda motor diberitakan maupun dinyatakan hilang oleh pemilik asalnya.

Sepeda motor surat sebelah tersebut biasanya dijual di tempat maupun lokasi yang jauh dari tempat dimana Dealer ataupun lembaga penjaminnya berada. Pihak pembelinya pun sebelumnya diberitahu bahwa sepeda motor itu tidak diperkenankan dibawa ke tempat dimana Dealer maupun lembaga penjaminnya berada. Kalaupun berani membawanya, diminta agar berhati-hati. Biasanya pihak Kepolisian dalam melakukan operasi lalulintas terkait kelengkapan sepeda motor; cuma menanyakan STNK saja, jadi masih aman.

Namun agar sepeda motor surat sebelah tetap aman dari pencarian pihak Dealer maupun lembaga penjaminnya, pihak penjualnya berkerjasama dengan oknum yang diperintahkan melakukan pencarian.
Kemungkinan praktik jual beli model begitu memiliki semacam jaringan yang berkejasama dengan oknum di pihak Dealer ataupun lembaga penjamin.

Ternyata model surat sebelah ini juga terjadi pada mobil. Saya pernah pula ditawari sebuah mobil dengan harga sangat miring, tapi ya itu tadi; cuma punya STNK. Jadi hati-hati, berani beli, salah-salah bisa hilang duit, dan berurusan dengan pihak Kepolisian pula.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriah Nobar Relawan di Episentrum Kalla …

Indra Sastrawat | | 20 October 2014 | 12:56

Terima Kasih Juga Untuk Ibu Ani Yudhoyono …

Gapey Sandy | | 20 October 2014 | 13:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Gajimu Bukan Segala-galanya …

Jazz Muhammad | | 20 October 2014 | 13:41

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Dilantik, Bye-bye Skandal Pajak BCA …

Amarul Pradana | 6 jam lalu

Standing Applause, Bagi Kehadiran Prabowo …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Beda Perayaan Kemenangan SBY dan Jokowi …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 11 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 9 jam lalu

Tanpa Disangka Sangka Teman Saya Memberikan …

Taufiq Rilhardin | 9 jam lalu

Peringatan Awal Anas Urbaningrum untuk …

Jblues | 10 jam lalu

Demokrasi dalam Cangkir Kopi …

Fery Nurdiansyah | 10 jam lalu

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: