Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Petrus Kanisius

Belajar menulis dan suka membaca

Valentine Day, Berbagi Kasih Sayang dengan Orangutan

REP | 14 February 2013 | 16:10 Dibaca: 192   Komentar: 0   0

1360832317583812850

Setda Ketapang, Mewakili Bupati Meresmikan Pusat Rehabilitasi Orangutan IARI/IAR, Foto doc. Yayasan Palung

Bertepatan dengan perayaan Valentine Day (14/2), IAR Indonesia berbagi kasih sayang dengan sejumlah orangutan dengan melakukan peresmian tempat rehabilitasi baru bagi sejumlah orangutan yang ada di tempat rehabilitasi saat ini. Tempat rehabilitasi yang baru saat ini sangat memungkinkan, mengingat tempatnya cukup luas dibandingkan dari tempat terdahulu.

Tempat baru saat ini juga menurut Direktur IAR, drh. Carmele Leon Sanchez, tempat baru bagi orangutan saat ini merupakan hadiah kasih sayang bagi orangutan- orangutan yang ada, kita sengaja memilih har ini. Selain itu, Karmele mengatakan, tempat rehabitasi tersebut diharapkan baik bagi pemulihan insting orangutan untuk di translokasi (siap menghadapi alam bebas nantinya-red).

IAR Indonesia sejak 3 tahun silam memiliki komitmen khususnya dalam merehabilitasi orangutan di Kalimantan Barat. Komitmen lembaga IAR tersebut meliputi penyelamatan (rescue-red), merawat (Rehabilitasi-red), Penegakan hukum, monitoring keberadaan Orangutan dan translokasi (pelepasliaran-red) orangutan ke alam bebas mereka. Ujar drh. Adi Irawan, Direktur Program kegiatan IAR Indonesia saat melakukan persentasi pada peserta tamu undangan. Adi Irawan mengatakan saat ini. IAR bersama lembaga-lembaga mitra secara bersama berkolaborasi dalam menjaga dan terus memperhatikan nasib orangutan saat ini. Tidak hanya itu, IAR bersama Yayasan Palung, Lembaga Titian, BKSDA dan SPORS di tahun 2010 berhasil mengungkap kasus perdagangan Orangutan sampai ke Meja Hijau, penanganan kasus orangutan yang lebih dikenal dengan kasus Ongky (orangutan di Pontianak-red) tersebut merupakan capaian keberhasilan mengungkap kasus pertama perdagangan satwa dengan pemberian sanksi pada pelaku saat itu. Drh. Adi Irawan juga menegaskan bahwa orangutan tinggal di hutan, bukan di kandang, orangutan dan manusia sama-sama harus saling menghargai satu dengan yang lainnya.

13608325061914474945

salah satu kandang rehabilitasi berada di luar selain di dalam ruangan, foto doc. YP

13608325371439602296

Kandang Rehabilitasi bagi bayi Orangutan, berada di dalam ruangan. Foto Doc. YP

Ancaman Orangutan saat ini sudah sangat kompleks, terjadinya deforestasi (penurunan jumlah hutan-red) akibat pembukaan lahan baik untuk perkebunan, pertambangan dan pembangunan sangat mempengaruhi jumlah orangutan saat ini. Populasi mereka cenderung menurun dari tahun ke tahun, kasus perburuan juga sangat mengancam habitat orangutan dan satwa-satwa lainnya seperti Bekantan, Kelempiau, Kelasi, Elang, Trenggiling dan Enggang.

13608327601975299697

orangutan pelansi atau si kudung saat setelah dilepasliarkan di Pematang Gadung (Nopember 2011). fofo doc. Abdurahman Al Qadrie dan Yayasan IAR Indonesia

Peresmian tempat rehabilitasi orangutan bertempat di kecamatan Sei Awan, Ketapang, Kalbar tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang, BKSDA Kalbar, BKSDA Wilayah 1 Ketapang, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga, Lembaga mitra IAR seperti Yayasan Palung, Yayasan ASRI dan lembaga mira lainnya juga di hadiri perwakilan masyarakat kecamatan Sei Awan. Selain Peresmian, Setda Ketapang yang mewakili Bupati Ketapang membubuhkan prasasti rehabilitasi IAR.

1360832850489545023

drh. Carmele saat berbincang2 di ruang perawatan dan operasi Orangutan, foto Doc. YP

1360832916630498906

Tamu undangan melakukan kunjungan menuju tempat rehabilitasi 2, doc. YP

Pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, Bupati Ketapang, Hendrikus yang dalam kesempatan peresmiaan diwakili Setda, Andi Jamarudin mengatakan; Sangat mendukung dengan upaya IAR membangun tempat rehabilitasi baru. Selanjutnya pemerintah daerah siap untuk bekerjasama dalam pelestarian orangutan. Selanjutnya menurut Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Siti Hadijah atau akrab di sapa Ibu Dedek mengatakan Orangutan sangat besar peranannya bagi kesimbangan ekosistem makhluk hidup, mengingat, jika orangutan masih ada berarti hutan masih baik, dengan demikian orangutan harus tetap terjaga dengan bagaimana semua unsur lembaga mitra untuk bersama dan bekerjasama dengan sinergisitas dan berlenjutan.

1360832973243899169

Peserta Tamu Undangan dalam peresmian pusat rehabilitasi, Foto doc. YP

Peresmian Pusat Rehabilitasi baru IAR tersebut dibangun diatas lahan seluas 25 ha, pusat rehabilitasi tersebut dilengkapi dengan kandang, ruang operasi dan perawatan, Laboratorium, ruang perawatan bayi orangutan, ruang rehabilitasi. Tempat rehabilitasi orangutan tersebut ada juga yang dikhususkan berupa areal terbuka tetapi tetap terpantau. Menurut drh. Carmele, saat ini ada 25 individu orangutan yang berada di tempat rehabilitasi baru tersebut. Sedangkan di kandang transit lama atau lokasi kandang terdahulu di kandang transit, Kongsi lapan, Jl. W. Monginsidi Ketapang masih tersisa beberapa individu orangutan. Belum semua orangutan dibawa ke tempat rehabilitasi yang baru. Pada kesempatan peresmian tempat rehabilitasi tersebut, para tamu undangan diajak untuk mengunjungi ruangan tempat rehabilitasi IAR.

Kegiatan peresmian pusat rehabilitasi tersebut di mulai pukul 10.00 wib dan berakhir pada pukul 12.45 wib, di hadiri ± 150 orang yang terdiri dari tamu undangan dan masyarakat setempat, kegiatan tersebut berjalan dengan mendapat respon sangat baik dari berbagai pihak.

Lihat juga Video  Doc. IAR/YIARI :

http://yayasaniarindonesia.blogspot.com/2013/02/bayi-orangutan-pindah-ke-rumah-baru.html

By : Petrus Kanisius”Pit”- Yayasan Palung

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 5 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 8 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 10 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: