Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Heriyanto Rantelino

Mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin Makassar. Pemuda asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Saat ini terlibat sebagai selengkapnya

Sisi Negatif Perayaan Tahun Baru

REP | 01 January 2013 | 03:21 Dibaca: 1060   Komentar: 0   1

1356983721502252505

www.Dreamstime.com

Hampir sebagian orang mengganggap spesial perayaan tahun baru.Berbagai aktivitas yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal tahun misalnya saja membunyikan  petasan yang bersahut-sahutan di udara,bunyi terompet yang memekakkan telinga, konser musik di berbagai tempat dan masih banyak lagi. Mereka mengganggap bahwa tak apalah menghambur-hamburkan uang pada satu hari saja.

Namun dibalik euforia perayaan tahun baru ini, ada sederet peristiwa yang perlu kita waspadai dan patut menjadi perhatian kita semua.Sebab jika hal ini terus menerus terjadi maka akan menimbulkan dampak negatif kedepannya.


Hal pertama yang saya soroti adalah banyaknya masyarakat yang merayakan tahun baru di tempat-tempat umum misalnya pantai dan taman kota.Tak ada salahnya sih,menyambut awal tahun di tempat tersebut tapi kelakuan para pengunjung yang membuang sampah makanan secara sembarangan sehingga membuat pemandangan kelihatannya kumuh dan berantakan.

135698392017907332

ilustrasi sampah di taman www.foto.detik.com

Kedua yaitu menyangkut tingkah laku pemuda yang merayakan tahun baru. Berita dari salah satu koran nasional dituliskan bahwa penjualan alat kontrasepsi ludes terjual dimana didminasi oleh kaum muda. Para muda seolah –olah menjadikan momen ini sebagai ajang melakukan seks bebas .Tak bisa dibayangkan jika hal ini terus terjadi setiap akhir tahun ,mau dikemanakan nasib dan moral pemuda-pemudi ini.

13569857271683850897

Berita Kondom yang ludes Terjual di tahun baru Sumber https://www.facebook.com/alghifari.smith

Ketiga yaitu banyaknya warga yang memanfaatkan momen akhir tahun untuk bolos dari pekerjaanya. Membaca salah satu status facebook temanku yang mengatakan bahwa banyaknya perawat yang mangkir dari pekerjaaannya di salah satu rumah sakit swasta Makassar saat perayaan tahun baru sehingga membuat para pasien terlantar. Begitu egois orang tersebut yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.Entah dimana letak sisi kemanusiaan mereka. Padahal biasanya saat akhir tahun banyak peristiwa kecelakaan terjadi yang membuat rumah sakit penuh dengan pasien.

Keempat yaitu menyoroti perilaku masyarakat yang menyalakan berbagai jenis petasan ke udara. Langit pun dihujani dengan kabut asap petasan tersebut. Kelihatannya memang menarik melihat cahaya dan bunyi yang bersahut-sahutan di udara.Namun hal itu merupakan salah satu bentuk pencemaran udara.Berjuta-juta ton karbon yang mereka sumbangkan ditengah galaknya pemerintah melakukan pengurangan emisi karbon. Selain itu ,adanya pelanggaran aturan yang melarang penjualan petasan di tempat-tempat umum tapi yang terjadi adalah maraknya petasan yang ditawarkan di ruang publik.Yang lebih parahnya lagi, para pelaku pemerintahan yang seharusnya mematuhi aturan justru turut terjun didalamnya .

13569843481000587273

Penjualan petasan yang marak dijual di tempat-tempat umum www.rrimakassar.com

Kelima yaitu kondisi jalan raya yang padat merayap dipenuhi oleh warga yang akan melakukan parade keliling kota. Namun para pengendara ini terkadang mengabaikan keselamatan diri sendiri misalnya mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan ataukah tak menggunakan helm pengaman. Alhasil membuat polisi harus bertindak keras kepada mereka.Namun sangat disayangkan , mereka justru merasa terganggu dengan hadirnya polisi tersebut padahal hal tersebut dilakukan untuk keselamatan mereka sendiri.

135698446182711458

Ugal-ugalan di jalan Raya www.forum.inilah.com

Bagi sebagian masyarakat , momen tahun baru diidentikkan dengan kegiatan hura-hura. Menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tak berguna.Alangkah mulianya jika uang tersebut digunakan untuk kegiatan amal seperti berbagi dengan anak-anak di panti asuhan.Hal ini tentunya lebih bermamfaat dan amalnya lebih baik.

Seharusnya di momen tahun baru,kita mengisinya dengan kegiatan positif.Malam akhir tahun diisi dengan ketenangan untuk merenungkan tingkah laku yang kita lakukan sepanjang tahun 2012 ,mana tindakan yang perlu ditinggalkan dan mana yang perlu ditingkatkan. Selain itu menyusun resolusi –resolusi yang ingin dicapai sebagai patokan melangkah kedepannya.


Tak lupa saya mengucapkan selamat tahun baru 2013.Semoga apa yang kita harapkan di tahun baru ini tercapai.Terkhusus buat admin Kompasiana yang mengisi waktu tahun barunya dengan mengatur lalu lintas tulisan-tulisan yang masuk ke website kompasiana. Salam sukses.

Salam Perubahan, Heriyanto Rantelino
Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar asal Tana Toraja
Facebook:   Heriyanto Rantelino
Twitter: @Ryan_Nebula
No: 085242441580

1366650424820653282

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 19 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 20 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: