Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ismail Elfash

orang biasa yang sedang belajar menulis, mengungkapkan isi hati dan sekedar berbagi

Parah! 74 % APBD Kab Kuningan Hanya Untuk Bayar Pegawai

REP | 18 December 2012 | 06:03 Dibaca: 1799   Komentar: 0   3

Terlalu, sungguh terlalu! Pantesan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, minim pembangunan. Uangnya habis hanya untuk bayar pegawai. Padahal masyarakat Kuningan, sebagian besar adalah petani. Dan konon, menurut kabar, telah terjadi pengangkatan besar-besaran CPNS di Kab, Kuningan pasca pilkada yang dimenangkan pasangan Bupati H. Aang Hamid Suganda, S.Sos dan Wakil Bupati H. Momon Rochmana. Hal ini disinyalir sebagai balas budi politik kepada para guru honor di lingkungan dinas pendidikan Kab. Kuningan.

Masyarakat Kab. Kuningan, mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Di perantauan, orang Kuningan terkenal¬† pedagang (warung) kopi dan (warung) bubur, dan sebagian menjadi “kuli sindang”. Namun, pemerintah seolah menutup mata dengan program-program yang bertujuan meningkatkan taraf hidup para petani. Mereka dibiarkan sebagaimana adanya, tanpa sentuhan apalagi penyuluhan dari pemerintah. Selain itu, inpra struktur seperti jalan dan jembatan, nyaris pada rusak dan kalaupun ada pengaspalan hanya seadanya dan terkesan asal-asalan.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, rajin turun ke desa-desa, tatkala hanya akan memasuki musim pilkada. Mereka membawa angin surga, janji-janji muluk tentang pembangunan masyarakat desa. Seperti yang saya alami, ketika calan wakil Bupati Momon Rochmana, datang ke Desa Tangkolo, desa tempat saya tinggal, beberapa hari setelah Iedul Fitri tahun 2008, meminta dukungan masyarakat Tangkolo agar memilih dia, saya beranikan mengajukan proposal biaya pendidikan (beasiswa) S2. Apa tanggapannya? Bagus, dan menjanjikan. Setelah pilkada, dan dia menang, saya disuruh datang ke pendopo Kab. Kuningan. Menemui tim suksesnya, dan saya dibekali kartu nama dan no tlp. Apa lacur, di suruh bolak-balik, dan menunggu yang tidak jelas, akhirnya saya sadar, bahwa saya sudah tertipu bujuk rayu calon wakil bipati yang ngemis-ngemis dukungan. Akhirnya saya buang tanda bukti penerimaan proposal saya, berikut kartu namanya.

Tahun 2013, akan berlangsung pilkada. Bupati yang sekarang, sudah menjabat 2 periode, dan tidak bisa mencalonkan diri lagi. Hiruk-pikuk politik di kota kecil Kuningan, sudah pasti menyedot anggaran yang tidak sedikit. Jadi pembangunan, akan semakin dikesampingkan, semakin jauh dari harapan.

Seperti dilaporkan ditikcom -baca di sini-, bahwa ada 11 Kabupaten/Kota yang menghabiskan APBD 70% lebih hanya untuk membayar gaji pegawai. Dan untuk Kab. Kuningan berada di urutan ke-2 paling boros yaitu sebesar 74%, setelah Kota Langsa, NAD sebesar 77%. Kab. Kuningan hanya seorang diri termasuk dalam daftar hitam tersebut, namun tidak, bagi kabupaten tetang-tetangganya seperti Cirebon, Majalengka, Ciamis, Brebes. Seharusnya ada rasa malu bagi pejabat eksekutif maupun legislatif di Kab. Kuningan yang jelas-jelas tidak becus mengurus anggaran, yang telah menguras anggaran hanya untuk bayar pegawai. Mana anggaran untuk pembangunan desa? Mana anggaran untuk pertanian? Mana anggaran untuk perbaikan infrastruktur? Tidak ada! Walaupun ada porsinya kecil, hanya tersisa 26% dari APBD, itupun kalau tidak dijadikan ajang bancakan dan korupsi.

Sebagai masyarakat Kuningan, merasa miris atas salah kelola ini. Pantesan selama ini, tidak merasa ada pembangunan di desa kami. Kalaupun ada pembangunan di desa, lebih karena gotong-royong dan saweran dari anggota masyarakat. Pemerintah, jelas tidak memiliki keinginan dan itikad baik untuk memberdayakan masyarakat. Sebenarnya banyak potensi masyarakat lokal yang bisa dikembangkan, baik dari makanan daerah, kebudayaan, kerajinan maupun sumber daya alam. Namun sayang, tatkala pejabat tidak menunjukan kepedulian, masyarakatpun seolah terpinggirkan.

Sebentar lagi mereka akan datang ke desa kami, Tangkolo. Mereka akan bicara berbusa-busa, mengangkat janji-janji setinggi langit, dan memuji-muji kehebatan dirinya seraya mengemis-ngemis dukungan untuk memilih dirinya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Kuningan periode 2013-2018. Cuih!

Apa kabar Pak H. Aang Hamid Suganda, S.Sos dan H. Momon Rochmana??? Kelak anda akan dimintai pertanggungjawaban sebagai Bupati dan wakil Bupati.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: