Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Sam Arno

suka kritis trhdp apa aja

Biaya Balik Nama BPKB

OPINI | 14 December 2010 | 03:07 Dibaca: 10393   Komentar: 11   0

Berawal dari beres2 dompet sambil liat2 STNK motor ternyat sudah mau habis masa berlakunya dengan kagetnya saya lantas mencari berkas-berkas untuk memperpanjang STNK tsb esok hari. Setelah berkas beres semua dan siap untuk diperpanjang dan sebelumnya saya menyempatkankan untuk bertanya kepada teman yang ada didealer motor yang biasa mengurus perpanjangan STNK motordan kebetulan motor saya atas nama orang lain dan bermaksud untuk sekalian baliik nama sendiri. Saya berasumsi bahwa ..ah mungkin ongkos perpanjang sekaligus balik nama ga begitu mahal seperti tahun kemarin tapi apa kenyataannya sampai saya terperangah dengan ongkos yang disebutkan teman saya ternyata mahal sekali. Ini illustrasi perinciannya

Tahun kemarin

Perpanjang STNK motor V-xion tahun 2007 = Rp.250.000

Balik nama BPKB sekitar Rp.300.000

Dengan total sekitar Rp. 600.000 sudah termasuk biaya biro jasa

Tahun Ini

Perpanjang STNK motor V-xion tahun 2007 = Rp.250.000

Balik nama BPKB sekitar Rp.600.000

Dengan total sekitar Rp. 850.000 sudah termasuk biaya biro jasa

Betapa kaget bukan kepalang melihat biaya untuk balik nama BPKB saja sedemikian besar, dengan alasan pembuatan buku BPKB baru untuk yang balik nama, sepengetahuan saya bahwa gak pernah ada pembuatan buku baru untuk balik nama, padahal buku BPKB selama ini terdapat beberapa lembar kosong dimaksudkan untuk merubah nama kepemilikan kendaraan dan itu sudah ada sejak dulu dan apa artinya lembar-lembar yang kosong tersebut. Akhirnya saya gak jadi untuk balik nama sementara karena saya dapat KTP asli si empunya motor pertama.

Kenapa Kepolisian membuat kebijakan tersebut yang jelas-jelas mengada-ada, apa karena sudah tidak ada lagi lahan untuk mengeruk keuntungan (KORUPSI) dalamm segala urusan yang berhubungan dengan pajak kendaraan.

Ini seperti korupsi terselubung yang dilegalkan oleh pemerintah, apakah benar untuk membeli beberapa lembar kertas harganya sampai sebegitu besar?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 13 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mati Karena Oplosan dan Bola …

Didi Eko Ristanto | 7 jam lalu

Ketika Lonceng Kematian Ponsel Nokia …

Irawan | 7 jam lalu

Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

Dita Widodo | 7 jam lalu

Nama Kementerian Kabinet Jokowi yang Rancu …

Francius Matu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: