Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ineke Asrindani

saya adalah seorang mahasiswi disebuah perguruan tinggi di kota solo yang sedang belajar, baik ilmu dunia selengkapnya

Meningkatkan Keimanan: Menyiasati Stamina Iman

REP | 06 November 2010 | 05:54 Dibaca: 396   Komentar: 0   0

Bismillah
Hari Rabu, 27 Oktober 2010 kemarin aku dan ukhti rechan mewakili PESMA Al-Es’af datang ke Kementerian agama. Karena acara dimulai jam 09.00 WIB, maka kami berangkat jam 08.40 lumayan jauh dari kantor kami, apalagi buat kita yang kurang mengerti daerah Solo, naik motor pisan euy…. haha…. bisa kesasar tar….
Acara selesai dhuhur, lantas kami sholat berjamaah sekalian sebelum pulang, takut terjadi apa2 dijalan sedangkan kita belum sholat…. duh bisa bahaya tar… masih mending kalau cuma kesesat, lha kalau jatuh kecelakaan atau meninggal. Astagfirullah kan belum sholat udah menghadap Allah. Akhirnya kita wudhu bergantian untuk menjaga tas kita, yang pertama wudhu mbak rechan lanjut ke aku, hehe… maklum aku kalau di kamar mandi lamanya minta ampyunnnnn…. haha….
Ketika kita mau sholat, wah…. sholatnya dah usai dan ternyata di masjid di kementerian agama ada kultumnya selepas sholat dhuhur. Akhirnya aku dan mbak rechan sholat berjamaah berdua saja, karena jamaah yang lain sudah pada sholat. Selesai sholat ternyata kultumnya masih ada, berarti tadi sholatnya gak ada lima menit hehe…
Sang penceramah kali ini berceramah tentang “Turun naiknya Iman seorang hamba”, Dia mengatakan bahwa iman seseorang itu ada kalanya naik dan adakalanya turun “Al Imanu Yazidu wa Yankus”,hal ini ada pasti ada hubungannya dengan semangat seseorang….
Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.Itulah gunanya mengapa kita hidup berkelompok, berbaur dengan manusia lainnya salah satu tujuannya adalah saling mengingatkan kepada saudaranya yang sedang lemah imannya. saling menasehati “watawa saubil haq watawa saubissabr”.
Sang penceramah juga mengatakan bahwa apabila kita melakukan maksiat yang besar maka kala itu kita sedang sangat lemah imannya bahkan hilang imannya. Naudzubillah min dzalik… (ya Allah maafkan kesalahan HambaMU ini yang sering lalai akan perintahmu dansering berbuat maksiat).
Siraman kultum kali ini sangat menyentuh hatiku, menggetarkan bulu romaku…. Subhanallah, mengingatkan aku pada dosa2 ku…. mudah2an bisa istiqomah untuk senantiasa menjaga diri dari hal - hal yang Allah tidak kehendaki.
Tetapi terkadang penyakit majelis adalah: terkadang ketika kita duduk di suatu majelis ilmu mendengarkan ceramah atau kajian dari sang ustadz kemudian hati kita menjadi “sangat” bersemangat. Setelah bangkit dari majelis kita akan ‘berencana’ menjalankan kebaikan disetiap detik kehidupan dan menjauhi atau menghancurkan segala bentuk kemaksiatan dan keburukan sebelum ajal menghadang. Tetapi seiring berjalannya waktu “mungkin” karena kurangnya motivasi, semangat atau lainnya maka rencana untuk melakukan semua itu sirna, kata2 yang membuat buku roma merinding “hilang” begitu saja.
Tapi jangan salah lho walaupun baru rencana, itu merupakan indikasi bahwa hati kita masih dalam kondisi ‘iman’, sebab salah satu ciri manusia beriman adalah jika disiram ilmu maka akan bertambah faham dan semakin yakin. Insya Allah…. tapi jangan cuma berencana teyusssss…. ya implementasi juga penting bangeeeeettttts booo…. karena keimanan adalah Ilmu dan amal… WAJIB ya temen2 :)
Ingat…!!!!

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (QS.08 : 2)

So, marilah kita saling mengingatkan antara saudara, teman, orangtua, anak, adik-kakak saling mengingatkan ya….. :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 5 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 5 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 6 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 6 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: