Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Asepsaiba

Aku, hanya seorang fakir yang sedang belajar bagaimana memaknai hidup dengan mencoba berbagi, lewat tulisan selengkapnya

Tunjukkan dengan Prestasi!

OPINI | 01 September 2010 | 23:35 Dibaca: 278   Komentar: 5   3

Gembar-gembor demo protes atas sikap pemerintah yang melempem atas insiden silang-sengketa perbatasan NKRI dan Malaysia semakin memanas kian hari. Sampai-sampai ada yang mebentuk laskar-laskar segala macam Laskar Pelangi saja. Perbuatan yang tidak menjunjung moral bahkan dipertunjukkan oleh sebagian orang dengan melempar -maaf- tinja ke halaman kedubes negeri jiran itu. Maka tak heran jika ini juga memancing emosi warga sana.

Sebagai pribadi, saya mendukung semangat yang diusung untuk menambah amunisi keberanian para diplomat kita yang selalu saja memutuskan segala halnya dengan kompromi. Sudah cukup Sipadan-Ligitan melukai bangsa ini, jangan ditambah lagi. Dagelan malah dimunculkan dengan ‘barter’ antara tiga petugas DKP dan nelayan Malaysia yang masuk ke wilayah perairan NKRI tanpa izin. Demo-demo itu muncul akibat sikap pemerintah yang tak kunjung menampilkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Wajar saja kalau kita geregetan (sing by Sherina Munaf).

Ini bukti kalau nasionalisme rakyat tidak sepenuhnya pudar akibat gempuran globalisasi. Ketika bangsa ini dilukai, otomatis semua elemen bangsa pun ikut merasakan pedihnya.

Tapi, kenapa harus ditunjukkan dengan cara-cara anarkis semacam itu? Tunjukkan kalu bangsa kita lebih SUPERIOR dengan PRESTASI. Ya, prestasi di segala bidang. Tunjukkan kalau bangsa kita lebih baik dari mereka. Tunjukkan dengan cara yang santun.

Anda tentu pernah melihat film kartun Ipin&Upin, bukan? Kawan, sampai saat ini saya melarang putri kecil saya untuk menontonnya. Bukan karna isi filmnya, karena malah menurut saya, harus diakui bahwa film itu sangat bagus. Tapi karena hal kecil saja, yaitu karena film ini tidak di-alih suara-kan (dubbing) dalam Bahasa Indonesia. Meski memang, bahasa yang digunakan tidak beda jauh dan masih serumpun dengan bahasa di daerah Sumatera. Tapi, anak sekecil itu yang daya serapnya tinggi memunculkan kekhawatiran bagi saya kelak dia malah bicara dengan logat bahasa Malaysia.  Kalau saja saya jago membuat film animasi semacam itu, sudah pasti saya akan bekerja keras untuk memproduksi film tandingan versi Indonesia. Itulah salah satu contoh menunjukkan PRESTASI kita. Sekali lagi, itu hanya contoh kecil saja.

Presiden punkembali menampilkan retorika semata menanggapi polemik ini. Bahkan ada yang bilang, pidatonya bak pengajian saja. Masyarakat menunggu pidato yang menggelegar. Kita rindu pemimpin yang tegas dan bearni mempertahankan harkat dan martabat bangsa ini. Kita berdoa saja, semoga nyali para wakil kita dapat berbuat lebih dengan diplomasi yang menunjukkan semangat patriotik. Jangan manggut-manggut saja!

Jayalah Indonesiaku!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | | 18 December 2014 | 14:47

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 10 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 12 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: