Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Dul Kecelakaan, Seharusnya Ahmad Dhani yang Benjut

OPINI | 08 September 2013 | 12:52 Dibaca: 1778   Komentar: 2   1

13786192781605251327

Ilustrasi misteri salam

Beginilah jika anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Loh ? Ya, menurut saya Dul adalah sosok anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Walaupun orang tua yang di ikutinya, Ayah ngotot dia paling perhatian dengan anak-anak daripada ibu, Maia Estianti yang sekarang notabene sudah bercerai dengan Ahmad Dhani. Abdul Qadir Jaelani menurut saya adalah korban dari kegagalan keutuhan rumah tangga.

Ahmad Dhani, musisi beken Indonesia saat ini yang terkenal dengan berbagai hitnya mungkin terlalu sibuk, sehingga dia kurang dapat memberi pengawasan pada anak-anak. Bayangkan saudara-saudara, anak yang baru kemarin tanggal 23 Agustus berumur 13 tahun sekarang sudah mengendarai mobil sendiri.

Saat berlangsung kejadian kecelakaan itu, Dul berada di belakang kemudi yang di kendarai. Ia habis mengantar pacarnya ke Pondok Indah.

Selama ini masih terjadi persengketaan, antara Ahmad Dhani dan Maia mengenai hak asuh ketiga anaknya. Yang seharusnya hak asuh di miliki oleh ibu sampai anak itu dapat memilih sendiri mau ikut siapa pada umur bila sudah di anggap dewasa. Sifat arogan yang di tunjukan Dhani selama ini ternyata membuahkan hasil yang kurang baik pada anaknya. Ia boleh merayakan ulang tahun dengan meriah, memberi hadiah mobil mewah dan memberi hadiah kejutan dengan menghadirkan pacarnya. (seperti kemarin)

Sebetulnya persoalan tidak pada segala materi tersebut. Karena sudah terbukti perhatian yang di salurkan dengan memberi materi malah bisa mengundang celaka bagi si anak. Mengendarai mobil sebelum mempunyai SIM adalah pelanggaran, apalagi ini di kendarai oleh anak remaja yang masih baru SMP.

Menurut saya yang awam ini, yang di butuhkan oleh Dul adalah perhatian dan kasih sayang bukan dalam bentuk seperti itu. Anak seumuran Dul sebetulnya kasihan tidak di dampingi oleh ibu. Anak sepantaran itu masih suka di suapi, bermanja dengan ibu, dan diperhatikan segala kebutuhan oleh ibunya. Bukan pemerkosaan dengan kesenangan agar cepat dewasa seperti yang di lakukan oleh Ahmad Dhani.

Dul jika salah tidak semestinya untuk di penjara karena masih anak-anak. Karena dia hanya mengendarai mobil yang sudah di beri oleh ayahnya.

Dalam hal ini yang semestinya di persalahkan adalah Ahmad Dhani, karena sebagai orang tua pengasuh Dul ia tidak bisa menjaga agar anak remaja itu supaya tidak menyetir sendiri. Sudah semestinya, memang, jika anak-anak remaja nakal dan badung, maka dari itu peran orang tua sangat di butuhkan. Yang tidak egois dan mau menuruti kesenanganya sendiri.

Sudah seharusnya Dhani menyerahkan kepengasuhan anak-anak pada Maia, ibunya. Karena alasan apapun, ibu lebih berhak untuk mengasuh anak-anak. Tentu dengan kelembutan kasih sayang seorang ibu dan perhatian. Bukan memberi kasih sayang dengan kesenangan seperti yang di lakukan oleh Ahmad Dhani.

Kini Dul terbaring di rumah sakit dengan patah tulang kaki, dengan tentu pikiran yang membekas di benaknya tentang kejadian ini.

Ini adalah salah satu contoh artis yang tidak layak untuk di tiru. Pertama, karena dia telah gagal mempertahankan perkawinan walau boleh namun kejadian ini akan selalu membekas di benak anak-anak yang rumah tangganya berantakan. Kedua, kepengasuhan Dhani yang memaksa karena seharusnya anak sebelum 17 tahun harus ikut ibunya sampai dia dapat memilih mau ikut siapa. Ketiga, membiarkan mengemudi tanpa SIM yang bisa selain mencelakakan diri-sendiri juga orang lain pengguna jalan raya. Keempat, kenapa anak-anak di larang mengendarai kendaraan sendiri karena pikiran mereka masih labil dalam memutuskan sesuatu terutama di jalan raya yang sarat dengan tekanan yang bisa berakibat berbahaya di jalan.

Dengan kejadian ini seharusnya Dhani legowo mau lebih rendah hati untuk menyanyangi anaknya dengan kasih sayang bukan dengan kesenangan yang bisa di berikan. Jika tidak, karena Dul masih anak-anak remaja dan kini patah tulang kaki, seharusnya bukan Dul yang berada di posisi itu, melainkan yang seharusnya benjut adalah Ahmad Dhani.

Salam Perhatian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Taklukkan Ciputat maka Kau Taklukkan …

Dzulfikar | | 26 November 2014 | 23:31

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Oleh-oleh dari Pak Jonan di Kompasianival …

Sang Nanang | | 27 November 2014 | 08:46

Ikuti Blog Competition ā€¯Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 3 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 5 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Jare Wong Biyen, Jangan Diabaikan Ya… …

Er - Te - Em Woworu... | 7 jam lalu

TNI AD Mencetak Perwira Penerangan yang …

Macgyver Hadiningra... | 8 jam lalu

Tentang Rasa yang Kikuk dan Lelah …

Kayana Octora | 8 jam lalu

Berharap Mujizat untuk Timnas …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tenggelamkan dan Bakar Kapal Asing Pencuri …

Ik2mi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: