Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Ilam Maolani

Alung Rawawis (Anak Galunggung dari Rawa Sindangraja), If wealth is lost, nothing is lost; If selengkapnya

Ada Sekte Seks Bebas di Pemkot Bandung, Masa Sih?

REP | 29 May 2013 | 22:26 Dibaca: 3348   Komentar: 7   0

Hari ini Kota Bandung mendadak gempar dan dibuat ‘panas’. Penyebabnya adalah ada kabar yang tak sedap dan itu datang dari lingkungan Pemkot Bandung. Seperti diberitakan http://www.merdeka.com, beredar berkas dokumen sekte seks bebas di lingkungan aparatur Pemerintah Kota Bandung. Berkas itu berisikan surat perintah dari salah satu lembaga teknis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Surat itu memerintahkan agar orang yang dituju melaksanakan tugas mengikuti ritual seks bebas di dalam misa hitam sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan kalender ritual 2013. Dalam surat perintah itu disebutkan, kalau kegiatan tersebut sudah dianggarkan dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Keperpusda No DPA : 1.24. 01.01.03.52 tanggal 1 Januari 2013. Di lampiran, ada 10 nama berikut Nomor Induk Pegawai (NIP), jabatan, dan pasangan seks bebas di kamar tertentu.

Di dokumen lain, ada salah satu nama PNS berjenis kelamin perempuan yang mendapat piagam penghargaan terkait ritual itu. Tak disebutkan, apa ‘prestasi’ perempuan itu sehingga layak mendapatkan piagam. Keberadaan surat dan dokumen telah dibantah keasliannya oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Bandung, Muhammad Anwar.


Surat perintah tersebut ditandatangani oleh Kaperpusda di atas materai Rp 6.000 lengkap dengan stampel Pemkot Bandung. Dan ditandatangani atas nama Muhammad Anwar, M, Si.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso mengaku pihaknya masih menelusuri informasi yang beredar tersebut. Sejauh ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Informasinya seperti itu, tapi kita telusuri kebenarannya, apakah benar atau tidak. Inikan baru katanya,” kata Rakhman di acara PT Pos dan Giro di Jalan Cilaki, Bandung Rabu (29/5). Dia akan melakukan penyelidikan lebih lanjut soal selebaran itu.

Pihak kepolisian terus menyelidiki kebenaran sekte seks bebas yang ditujukan kepada PNS Pemkot Bandung. Besar kemungkinan sekte yang beredar di lingkungan birokrat Pemkot Bandung itu palsu dan diragukan kebenarannya.

Kombes Pol Abdul Rakhman Basso menduga surat yang diteken langsung oleh Kepala Perpustakaan Daerah Pemkot Bandung, Muhammad Anwar, dilengkapi materai adalah duplikat dan menggunakan kop Pemkot Bandung. “Kami sudah cek dengan yang bersangkutan bahwa, tidak ada tanda tangan untuk meneken sekte tersebut,” kata Abdul Rahman saat ditemui di acara kantor Pos Bandung, Rabu (29/5).
Menurut Abdul Rahman, berdasarkan pengakuan Anwar padanya, dia tak melakukan itu. “Tadi pas ditelepon bahwa surat tersebut palsu,” jelasnya.

Bagi penulis yang pernah tinggal beberapa tahun di kota Bandung, beranggapan sama dengan dugaan polisi, surat semacam itu kemungkinan palsu, sebab tidak mungkin pejabat yang ada di lingkungan Pemkot Bandung berani memberikan tugas seperti di atas. Sangat bertentangan dengan julukan Kota Bandung Kota Bermartabat. Betul ada praktik seks bebas di kota besar seperti Bandung, tapi apakah setega itu seorang kepala dinas mengeluarkan surat tugas seperti itu?. Saya yakin jika itu terjadi, pasti masyarakat kota Bandung tidak akan tinggal diam, mereka tentu akan cepat bertindak atau merespon dengan protes dan melaporkannya ke polisi.

Dalam www.detik.com, diberitakan juga bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar dan Bandung berkoordinasi dan berkolaborasi guna mengungkap kebenaran informasi sekte seks bebas di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Bandung. Langkah investigasi segera bergulir dalam waktu dekat. “Satu atau dua hari ke depan, kami akan turun melakukan investigasi. Timnya dari MUI Jabar dan Kota Bandung,” jelas Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Achyar, saat ditemui di kantor MUI Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Rabu (29/5/2013). Rafani menegaskan, investigasi dilakukan untuk mencari apakah sekte dimaksud menyimpang dari ajaran serta kaidah Islam. Pihaknya secara resmi belum menerima laporan, namun gembar gembor isu sekte seks bebas menjalar ke salah satu instansi Pemkot Bandung sudah mendengar. “Tentu saja langkah awal kami melakukan kroscek dan dialog dengan salah satu kepala kantor di instansi itu. Serta menggali informasi kepada pegawainya,” ucap Rafani.

Menurutnya, aliran serupa yang nama sektenya tidak jelas itu pernah terdengar di Bandung pada 2000-2005. Namun ketika MUI menelusuri, suasana mendadak hening. “Nah, apakah yang sekarang ini ada kaitannya sama yang dulu?” MUI, sambung Rafani, belum bisa memastikan apakah sekte seks bebas itu benar-benar nyata. “Ya, karena belum ada bukti. Perlu pengkajian juga. Sesat itu jika aliran berbasis agama tapi menyimpang dari ajaran agama. Seperti Surga Eden, Islam Hanif, dan Amanat Keagungan Ilahi. Kalau aliran itu merujuk kepada budaya dan keyakinan lokal tanpa dikaitkan dengan ajaran agama, itu bukan sesat,” tutur Rafani.

Yang menjadi pertanyaan penulis,”Kok bisa ya surat seperti itu lolos dan beredar di lingkungan Pemkot Bandung? Itu artinya para ‘penipu’ sudah sangat lihat dalam memalsukan sebuah surat, apalagi isi surat tersebut sangat berbahaya, sebab tidak sesuai dengan kultur masyarakat asli kota Bandung yang agamis. “CEPAT TANGKAP PAK POLISI AGAR BANDUNG TETAP KONDUSIF DAN BERMARTABAT, HUKUM PELAKU PEMALSUAN SURAT ITU DENGAN HUKUMAN YANG SETIMPAL.”

13698410341275708974

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 9 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 12 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: