Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Zahari Baharum

Good news bad news

Sampah Kena Pajak

REP | 20 December 2010 | 07:06 Dibaca: 560   Komentar: 0   1

Tangerang,Kompasiana.com- Ribuan warga penghuni kawasan perumahan Citra Raya,Kec.Cikupa,Kab.Tangerang,Provinsi Banten, akan merasa kaget saat membayar tagihan air bersih dan iuran sampah pada bulan Januari 2011.Pasalnya, pihak managemen pengembang PT Ciputra Residen akan memberlakukan dan membebankan pada konsumen untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 % dari nilai tagihan air bersih dan iuran sampah.

“Untuk tagihan air bersih dikenai PPN 10% sebenarnya tidak masalah karena itu ada aturan dari Dirjen Pajak, cuma yang jadi masalah kenapa tagihan iuran sampah yang satu rekening dengan air bersih ikut-ikutan dikenakan pajak oleh managemen pengembang PT.Ciputra Residen,” ungkap beberapa warga perumahan Graha Indira kawasan Citra Raya,kemarin.

Warga perumahan itu merasa aneh aja kenapa iuran sampah juga dikenakan pajak PPN 10 %. Sebenarnya tidak ada alasan pihak managemen membebankan pajak pada warga perumahan yang membayar retribusi sampah. Jika managemen merasa memungut retribusi dari warga kena pajak PPN 10% maka jangan penghuni yang dibebankan pajak,cukup perusahaan yang memungut retribusi itu kena pajak.

Sejumlah warga perumahan kawasan Citra Raya itu minta Dirjen Pajak untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada managemen PT Ciputra Residen agar jangan salah pengertian soal pungutan pajak yang dibebankan pada konsumen. “Jangan iuran sampah juga dikenakan pajak.Itu kan enggak masuk akal dan mengada-ada saja managemen Ciputra Residen. Jika rekening air bersih ikut kena pajak PPN 10% warga masih memakluminya, tapi kalau sampah itu nggak benar,” tutur warga Graha Indira itu.

General Manager PT Ciputra Residen,Sugianto Miharja ketika disambangi dikantor pemasaran Citra Raya untuk menanyakan soal pajak retribusi sampah yang dibebankan pada warga penghuni tidak berada ditempat. Kata Sonya,recipsionis, pak Sugianto  jarang ke kantor,kecuali memang sudah janjian mungkin bisa bertemu.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: