Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Zuragan Qripix™

Setiap ketikan yg dibuat kelak menjadi prasasti saat kita wafat.. So, tuliskan hal2 yg baik selengkapnya

Potret Kemiskinan di Jakarta

REP | 26 September 2010 | 01:00 Dibaca: 816   Komentar: 8   2

Jakarta menyimpan derita

Jakarta menyimpan derita

Foto ini saya ambil dari atas jembatan sungai Ciliwung di jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta. Tidak bisa berkhayal jika saya juga bermukim di sana saat banjir besar melanda. Ternyata di balik gemerlapnya Ibu Kota, masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan ‘dipelihara’ oleh negara. Dan gambar ini baru sebagian kecil dari jumlah pemukiman kumuh yang ada di Jakarta. Kalaupun pemukiman itu dianggap ilegal, kenapa aliran listrik bisa masuk? Kenapa harus ada RT /RW nya? Kenapa pemda seperti menutup mata? Lalu apa fungsi DPRD itu? Hmmm, atau jangan-jangan mereka malah sibuk memperkaya diri sendiri.

Ah, barangkali saja keberuntungan kurang berpihak pada kaum miskin sehingga harus pasrah menerima keadaan. Hidup memang pilihan, dan pastinya tidak ada yang mau memilih hidup dalam kesusahan. Hikmah dari foto ini adalah bahwa betapa nasib kita masih ‘lebih baik’ karena bisa mempunyai rumah sendiri walaupun sederhana dan minimalis. Kita juga masih bisa ber-Kompasiana, pergi liburan, kursus, shopping, dll. Tapi terkadang rasa bersyukur masih saja kurang dan tidak menghargai apa yang sudah dimiliki.

*Baca juga…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 5 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 9 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jembatan Gantung Halte Karet …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Kompasiana dan Modal 50 Ribu …

Rochmawati Arifin | 8 jam lalu

[Pembukaan STQ Tingkat Kab. Tasikmalaya] …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Tunggu apa lagi, Ayo Move On? …

Banyumas Maya | 8 jam lalu

Cinta Sejati …

Adhikara Poesoro | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: