Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Cholili.irawan

Pensiunan BUMN yang mencari kesibukan dengan membaca dan belajar menulis

Listrik Bandara

OPINI | 18 August 2010 | 04:45 Dibaca: 65   Komentar: 0   0

awal agustus kemarin terjadi kekacauan pelayanan penerbangan di bandara soekarno-hatta akibat terputusnya listrik untuk komputer check-in, kejadian ini menjadi topik yang ramai dipelbagai media baik media visual maupun cetak. bahkan timbul wacana PLN akan mengambil alih pelayanan listrik dibandara.

pada dasarnya sistim kelistrikan bandara sangat handal dengan disediakannya back-up power  2 tingkat untuk peralatan komputer dan peralatan panduan navigasi penerbangan, bila terjadi kegagalan pada listrik utama maka UPS akan mengambil alih beban tanpa interupsi,kemudian setelah beberapa detik genset akan mengambil alih beban

dari keterangan yang ada,matinya komputer akibat UPS sebagai back-up tingkat pertama gagal mengambil alih beban,listrik yang berasal dari genset sebagai back-up kedua baru siap sekitar 15 detik sehingga terjadi interupsi.

kejadian diatas terjadi padahal terhadap kelistrikan dibandara dilakukan program pemeliharaan preventif, yang secara reguler mengadakan perawatan atas peralatan meliputi kondisi, kapasitas dan response, oleh tim teknisi yang dididik secara khusus dibidang kelistrikan bandar udara di plp curug, sehingga perlu diteliti apakah semua prosedur sudah dilaksanakan dengan baik, demikian juga ketersediaan suku cadang apakah memadai.

pada sistim kelistrikan bandara terdapat kekhususan instalasinya seperti pada Runway light dan lokasi peralatan yang berada di secure area penerbangan, dan teknisi harus memiliki lisensi perawatan instalasi listrik penerbangan dan terkait dengan regulasi internasional.

adanya wacana pln akan menangani listrik bandara adalah sebuah terobosan yang baik, namun perlu dipikirkan secara matang mengingat, spesifikasi dan lokasi peralatan yang kompleks terkait dengan persyaratan security penerbangan, namun bila telah dievaluasi secara menyeluruh baik aspek teknis,operasional dan aspek ekonominya dan dapat memenuhi semua persyaratan wacana itu bisa saja terjadi, yang terpenting adalah mencegah jangan sampai peristiwa itu terjadi lagi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 7 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 9 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: