Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Erwin Alwazir

| Objektifitas Adalah Kunci Membuka Kebenaran | Perindu Toleransi Bermartabat |

Resolusi PBB : China Abstain, Rusia Makin Terjepit

HL | 17 March 2014 | 01:32 Dibaca: 2388   Komentar: 17   11

Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Keith Bedford)

Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Keith Bedford)

Resolusi DK PBB yang menyangkut referendum sepihak di Krimea mentah di tengah jalan. Rusia dengan tegas menolak Resolusi yang disponsori AS dan sekutunya.  China yang menjadi sekutu Rusia dalam semua urusan menyatakan abstain. Alhasil keputusan China tersebut menjadi kemenangan moral bagi AS dan sekutunya yang menolak campur tangan Rusia terhadap urusan dalam negeri Ukraina. Dalam tubuh DK keamanan PBB, pilihan abstain sekutu suatu negara, adalah kemenangan moral bagi seteru mereka.

Keputusan China untuk abstain nampaknya sudah dipertimbangkan dengan sangat serius. China memaklumi keputusan itu dapat menyebabkan hubungannya dengan Rusia sedikit “terganggu”. Tetapi jika China mengikuti Rusia dengan memveto resolusi tersebut, sama saja China memberi peluang munculnya referendum sepihak lain dinegaranya mengikuti jejak krimea yang jelas-jelas merupakan bagian tak terpisahkan dari Ukraina.

Dikaitkan dengan keutuhan negaranya, Sikap China dari awal jelas tidak akan menyetujui resolusi DK PBB. Dalam hal ini China tak mungkin berterus-terang. Dukungan yang frontal mendorong pihak luar datang mengobok-obok kedaulatan China suatu hari nanti. Banyak kawasan di China yang siap “diledakkan” oleh AS dan sekutunya lewat jalur referendum atau pemberontakan. Hongkong yang menjadi bagian dari China dengan prinsip satu negara dua sistem dapat saja memaksakan referendum sepihak dengan bantuan Inggris dan sekutunya. Begitu juga dengan Tibet yang menuntut negara sendiri sejak beberapa dekade. Belum lagi kawasan  propinsi mayoritas muslim, Xinjiang, yang terus bergejolak menuntut kemerdekaan.

Bervariasinya “bom waktu” yang tersimpan tersebut, adalah wajar jika China tidak akan berpihak pada Rusia menyangkut kemelut di Krimea. Resikonya sangat besar. Sebesar resiko Australia jika berani memberikan dukungan pada separatis di Papua. Balasannya bisa saja pemerintah kita mendukung perjuangan rakyat Aborigin untuk memiliki negara sendiri di atas tanah moyang  mereka.

Dengan abstainnya China, AS selaku musuh ideologis Rusia nampaknya akan memainkan kartu lain. Termasuk memelihara wacana yang didengungkan oleh sekutunya untuk mengeluarkan Rusia dari keanggotaan G8. Sebaliknya Putin bisa saja memainkan isu Suriah. Dukungan AS terhadap kelompok perlawanan akan dijadikan dalih bahwa sebuah negara berhak intervensi apabila kepentingan negaranya terganggu. Dengan memainkan isu Suriah dan kawasan bergejolak lainnya yang ditandai dengan kehadiran AS, Rusia berusaha melepaskan diri dari jepitan AS dan NATO pasca menduanya sikap China.

Bacaan : Antaranews.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari Kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 5 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 7 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawu, Episode Mendaki Melarung Rindu …

Endah Lestariati | 7 jam lalu

Kalah atau Menang Itu Wajar, Tapi Kalau …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway …

Info Jkn-bpjs Keseh... | 8 jam lalu

Termostat …

Martua Raja Pane | 8 jam lalu

Maaf, Kemampuan Menerjemah Bahasa Inggris …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: