Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Erwin Alwazir

| Penyuka Rubrik Edukasi, Sospolbud, Olahraga dan Fiksi | Penyeimbang Yang Belajar Seobjektif Mungkin |

Resolusi PBB : China Abstain, Rusia Makin Terjepit

HL | 17 March 2014 | 01:32 Dibaca: 2391   Komentar: 17   11

Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Keith Bedford)

Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Keith Bedford)

Resolusi DK PBB yang menyangkut referendum sepihak di Krimea mentah di tengah jalan. Rusia dengan tegas menolak Resolusi yang disponsori AS dan sekutunya.  China yang menjadi sekutu Rusia dalam semua urusan menyatakan abstain. Alhasil keputusan China tersebut menjadi kemenangan moral bagi AS dan sekutunya yang menolak campur tangan Rusia terhadap urusan dalam negeri Ukraina. Dalam tubuh DK keamanan PBB, pilihan abstain sekutu suatu negara, adalah kemenangan moral bagi seteru mereka.

Keputusan China untuk abstain nampaknya sudah dipertimbangkan dengan sangat serius. China memaklumi keputusan itu dapat menyebabkan hubungannya dengan Rusia sedikit “terganggu”. Tetapi jika China mengikuti Rusia dengan memveto resolusi tersebut, sama saja China memberi peluang munculnya referendum sepihak lain dinegaranya mengikuti jejak krimea yang jelas-jelas merupakan bagian tak terpisahkan dari Ukraina.

Dikaitkan dengan keutuhan negaranya, Sikap China dari awal jelas tidak akan menyetujui resolusi DK PBB. Dalam hal ini China tak mungkin berterus-terang. Dukungan yang frontal mendorong pihak luar datang mengobok-obok kedaulatan China suatu hari nanti. Banyak kawasan di China yang siap “diledakkan” oleh AS dan sekutunya lewat jalur referendum atau pemberontakan. Hongkong yang menjadi bagian dari China dengan prinsip satu negara dua sistem dapat saja memaksakan referendum sepihak dengan bantuan Inggris dan sekutunya. Begitu juga dengan Tibet yang menuntut negara sendiri sejak beberapa dekade. Belum lagi kawasan  propinsi mayoritas muslim, Xinjiang, yang terus bergejolak menuntut kemerdekaan.

Bervariasinya “bom waktu” yang tersimpan tersebut, adalah wajar jika China tidak akan berpihak pada Rusia menyangkut kemelut di Krimea. Resikonya sangat besar. Sebesar resiko Australia jika berani memberikan dukungan pada separatis di Papua. Balasannya bisa saja pemerintah kita mendukung perjuangan rakyat Aborigin untuk memiliki negara sendiri di atas tanah moyang  mereka.

Dengan abstainnya China, AS selaku musuh ideologis Rusia nampaknya akan memainkan kartu lain. Termasuk memelihara wacana yang didengungkan oleh sekutunya untuk mengeluarkan Rusia dari keanggotaan G8. Sebaliknya Putin bisa saja memainkan isu Suriah. Dukungan AS terhadap kelompok perlawanan akan dijadikan dalih bahwa sebuah negara berhak intervensi apabila kepentingan negaranya terganggu. Dengan memainkan isu Suriah dan kawasan bergejolak lainnya yang ditandai dengan kehadiran AS, Rusia berusaha melepaskan diri dari jepitan AS dan NATO pasca menduanya sikap China.

Bacaan : Antaranews.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 11 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 9 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 9 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 9 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 10 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: