Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Krisis Politik Mesir:Presiden Muhammad Mursi Tolak Fatwa Pembunuhan !

REP | 09 February 2013 | 11:15 Dibaca: 330   Komentar: 0   0

136038130320890233

Gambar BBCIndonesia.Com

Krisis politik di negara Piramide itu  masih berlanjut,ketika  fatwa ulama yang disiarkan  melalui televisi satelit yang memfatwakan pembunuhan terhadap  para pimpinan kelompok oposisi .Hal ini terkait dnegan aksi-aksi yang mereka lakukan terhadap pemerintah Mesir beberapa minggu terakhir,tetapi sekarang sudah mereda  menyusul pertemuan mereka dalam dialog nasional beberapa  hari lalu.

Gerakana  kelompok oposisi itu memang sudah banyak menimbulkan korban,karena fatwa itu dikeluarkan yang mengijinkan para pimpinan kelompok oposisi itu dibunuh.Daalam konteks ini Presiden Muhammad Mursi menolak fatwa itu,serta menegaskanpula bahwa  hasutan tersebut sama saja dengan teroris.Menurut Juru Bicara Presiden,Yasser Ali Jum’at 8 Februari 2013 dalam konferensi persnya menegaskan,bahwa Mursi menentang keras fatwa tersebut.

Jubir Yasser Ali melanjutkan pernyataannyapula,bahwa praktek-praktek kekerasan politis dan ancamannya telah menjadi  suatu tantangan terbesar yang  sedang dihadapi revolusi Arab ketika sedang membangun demokrasi yang masih rapuh,ujarnya pula di  Cairo sebagaimana dirilis BBC London,hari Jum’at 8 Februari 2013.

Juru Bicara Presiden Muhammad Mursi,yasser Ali mengingatkan  rakyat Mesir perlu bersatu padu untuk membangun negara bersama-sama,jangan  rinbut terus menerus yang menyebabkan  semakin terpuruknya Mesir .Mesir dibawah  pemerintah  Presiden Muhammad Mursi salah seorang pemimpin dari organisasi Ikhwanul Muslimin akan melindungi seluruh  warga Mesir tanpa memandang asal usulnya,semuanya sama dimata hukum.

Terkait soal itulah sehingga Presiden Mesir Muhammad Mursi menolak fatwa ulama yang mengijinkan pembunuhan terhadap para pimpinan oposisi dari Front pembebasan nasional,karena mereka dituding bertanggung jawab dalam berbagai kerusuhan dan anarkisme di Mesir.Dalam kontek ini  Presiden Muhammad Mursi telah  berupaya melindungi kelompok minoritas,sebagai  aturan syariat islam itu sendiri.

Islam melarang menyakiti sesama,kecuali memang  terkait  dengan masalah-masalah hukum.Itupun harus mellalui suatu proses pengadilan secara adil,tidak diperbolehkan sewenang-wenang dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Raja Ampat (2): Muslim, Ojek, dan Negeri …

Luthfiyah Nurlaela | | 31 August 2014 | 08:52

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 4 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 6 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 8 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 8 jam lalu

Aku Ter- Obsesi Menjadi Seorang Presiden …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Sepanjang Hidup Manusia Sebagian Besar Untuk …

Adji Winata | 9 jam lalu

Disebut Apakah Benda Ini Dalam Bahasa …

Gustaaf Kusno | 9 jam lalu

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: