Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis.

Rudal Harpoon C-802 Tiongkok Menyaingi dan Menggetarkan AS

REP | 13 January 2013 | 11:12 Dibaca: 12934   Komentar: 0   0

Rudal C-802 atau Yingji-82/YJ-82 Buatan RRT

Rudal C-802 atau Yingji-82/YJ-82 Buatan RRT yang menjadi salah satu Alusistama TNI-AL

Rudal Harpoon adalah famili peluru kendali (rudal) anti kapal permukaan yang dapat ditembakkan dari daratan atau dari pesawat terbang sayap tetap (fixed wing) atau helikopter (rotary wing), berkemampuan  untuk sasaran diluar horizon. Selama beberapa tahun lalu yang menjadi ajang persaingan di dunia hanya buatan MBDA Prancis MM38/AM39/MM40 dan AGM-84 Harpoon rudal sub-sonic AGM-119B “Penguin” yang dapat dipasang pada helikopter, buatan Boeing Defense, Space & Security – AS.

Rudal jenis ini telah dikembangkan banyak variannya baik yang sub-sonic maupun super- sonic, dan diekspor ke banyak negara. Misalnya AGM-84 yang ditempatkan di pesawat terbang, RGM-84 dipasang di kapal permukaan, UGM-84 dipasang di kapal selam. Dengan berkemampuan membawa hulu ledak lebih dari 150 kg, rudal ini akan menjadi senjata yang mematikan terhadap berbagai target baik untuk sasaran di darat termasuk pertahanan pesisir, pusat industri, pesawat yang sedang parkir, maupun kapal-kapal permukaan.

Namun terakhir ini, Rudal anti kapal permukaan C-802 sub-sonic buatan Tiongkok berhasil menggemparkan dunia. Dilaporkan bahwa rudal ini dapat bersaing dengan Harpoon AS AGM-84 & AGM-119B sub-sonic dan Exocet MM38/AM39/MM40 buatan MBDA Prancis. Rudal buatan Tiongkok jenis ini telah dikembangkan dan dijual kepada Angkatan Laut banyak negara. Termasuk TNI-AL  yang pada  9-22 Oktober tahun lalu dalam Latihan Perang yang mengambil lokasi di Perairan Indonesia kawasan timur, Laut Jawa dan puncaknya di Sanggatta-Kalimantan Timur. TNI-AL berhasil melakukan uji coba penembakan Rudal Yakhont, Excocet MM-40 dan Rudal C-802 dari kapal atas air.

Rudal C-802 yang dipamerkan dalam Farnbourg Air-show 2010

Rudal C-802 yang dipamerkan dalam Farnbourg Air-show 2010

Rudal C-802 (Yingji-82鹰击-82) anti kapal permukaan merupakan rudal sub-sonic Tiongkok hasil pengembangan dari C-801 rudal yang dapat ditembakkan dari daratan dan dari atas kapal permukaan, radio altimeternya lebih sempurna, motor penggerak lebih ditingkatkan dengan menggunakan mesin turbojet kecil yang ditempatkan di mesin roket aslinya yang berbahan bakar padat. Sehingga bobot berkurang dari C-801 (815 kg) menjadi 715 kg, jangkauannya dari 42 km menjadi 120 km, kemampuan membawa hulu ledaknya sama 165 kg.

Rudal ini setelah ditembakkan akan meluncur diatas permukaan air 6 – 7 meter saat menyerang target, alat penginderaan kuat dan anti-jamming, tingkat keberhasilannya 98%. Rudal ini bisa ditembakkan dari pesawat terbang, kapal permukaan dan kapal selam serta kendaraan darat. Merupakan rudal famili “Harpoon” yang terbaik di dunia kini.

Setelah Perang Teluk 1991, Iran memesan rudal C-802 dari RRT. Tapi RRT menghentikan ekspornya pada 1996 dalam menanggapi potes AS. Pada 1996 Ketua Gabungan Kastaf AS John Shalikhashivili memperingatkan Menhan RTT kala itu Jenderal Chi Haotian bahwa ekspor senjata akan meningkatkan faktor destabilasi di kawasan ini. Namun dalam MTCR tidak ada larangan transfer teknologi untuk rudal anti kapal. Saat itu Iran memesan 150 pucuk C-802, tapi konon hanya menerima setengahnya.

Tapi pada 1997 Iran dilaporkan memiliki 60 pucuk yang dikerahkan dalam baterei di pesisir Pulau Qeshm, titik strategis sisi timur disemenanjung Arab. Jenderal J.H. Binford Peay dari sentral komando AS menuduh RRT mentransfer 20 kapal patroli yang dilengkapi dengan rudal C-802. (Laporan dari Washington Time, 29 Jan 1997, bahkan ada yang menuduh bahwa RRT telah mengirim ratusan rudal ini, namun sulit untuk dibuktikan).

Pada awal tahun 2000  dilaporkan bahwa Iran bekerjasama dengan Korut telah mengembangkan rudal C-802 ini, karena yang dikirim ke Iran tidak dilengkapi dengan sistim yang lebih canggih, jadi berdua mereka mengubah/meningkatkan sistim teknologinya supaya lebih canggih dan lebih akurat.

Pernah juga oleh AP dilaporkan, rudal C-802 pernah menghantam Kapal Israel Saar5-class yang dilengkapi dengan sistim rudal (Informasi target ini menggunakan radar jarak jauh). Konon kapal perang ini merupakan salah satu kapal perang yang dilengkapi sistim senjata teknologi tinggi dan canggih dengan eletronic counter-measures untuk menangkal rudal. Rudal C-802 ini mengguna sistim pembimbing jarak jauh yang merujuk pada GPS, navigasi innertial + radar.

Rudal C-802 atau Yingji-82 鹰击-82 diproduksi oleh China Hai Ying Electro-Mechanical Technology Academy (CHETA), atau dikenal dengan 3rd Aerospace Academy, terletak di tenggara Kota Beijing.

Sementara ini negara yang telah membeli C-802, antara lain Banglades, Pakistan, Thailand, Indonesia, Iran dan negara lainnya. Berdasar C-802 Iran telah menggembangkan dan memperbanyak jenis rudal ini.

Sumber :

http://military.people.com.cn/n/2013/0110/c1011-20156588.html

http://military.people.com.cn/n/2012/1013/c1011-19250779.html

http://news.cntv.cn/military/20130111/101285.shtml

http://www.fas.org/man/dod-101/sys/smart/agm-84.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Harpoon_(missile)

http://www.boeing.com/defense-space/missiles/harpoon/index.htm

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 15 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 19 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 21 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: