Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

“Deal Damai”, “Doa Mampus” Malaysia

REP | 02 January 2013 | 16:50 Dibaca: 604   Komentar: 0   1

Deal Damai dan Doa Mampus Malaysia

Dalam dinamika bertetangga dua negara ini, terus ada  persoalan antara Indonesia dan Malaysia ternyata akan berlanjut selamanya ( bukan saja negaranya juga berimbas kepada warganya ), sepertinya yakin akan selalu ada itu, karena sebenarnya kedua negara itu, kata teman malaysia saya yang baik hati itu, sejatinya satu, mereka terpisah karena penjajah. Bayangkan jika saja dulu penjajahnya cuma Belanda atau cuma Inggris, apa yang terjadi, tidak ada  Indonesia tahun 1945 dan kemudian Malaya 1957 (  berubah menjadiMalaysia tahun 1963 stelah Sabah dan Serawak bergabung )

Bagi sebagian rakan malaysia, sudah tahu makna jika saya menulis judul  ada kata “Malaysia” sudah faham seperti Encik Amin Yusof ( yang dulunya tak mahu terima kenapa ditulis malaysia, itu kan cuma perbuatan individu kenapa disebut malaysia, akhirnya memahami ) jika kata Malaysia ditulisan saya tergantung konteks apa isinya yang ditulis, tidak melulu kata malaysia. Itu cuma cabe rawit ( cili padi ) dalam Mie Uleg, hahahahahahaa, ternyata mie uleg itu yang di uleg setelah makan itu mie bukan mienya yang di uleh, yang di uleg hanya cabe rawitnya, hanya cili padinya saja…..hahahahaha , kena dia

Hari ini dengan bujuk rayu saya yang sudah lebih satu minggu ajak encik Shamshul Anwar Abubakar, untuk baik baik saja , saling baik baik, bukan damai, ngapai damai memangnya kita perang,,,,hahahahaha, Susahnya minta ampiunnnn dianta tetep saja pada posisinya,  Sudah saya mengalah dengan lanjut lakukan serangan serangan balik, jika dia masih fokus, saya gunakan taktik amerika, serang membabi buta, saya sudah beritahu dia jika akan saya lakukan itu, dimana saja kapan saja ada kesempatan.

Ternyata melumpuhkan pak Shamshul Anwar Abubakar itu luar biasa sulitnya, dia gunakan teknik ganti uniform, serangan ibadah dan lain lain, Nah ketika dia sudah menyinggung nyinggung soal agama, saya ragu ciyuss enggak ne, miapaaaah? hahahahaha ( maaf bro ciyus miapahhh itu basa gaul anak Jakarta yang ertinya seriuskah, demi apa. Biasanya di jawab Miolloh ……hahahahahaa ). Saya ulur ulur dulu, ternyata Shamsul Anwar gunakan teknik enggak bisa tidur, awasi terus, dan bisa muncul tiba tiba. Nah tadi pagi dia gunakan teknik dakwah ala orang Mekkah, saya langsung gunakan kesempatan itu, encik Shamsul maafkan saya jika sudah berbuat tak elok, saya tak nak menyalahkan encik Shamsul, kita baik baik saja yuk.

Diluar dugaan, walaupun masih ada tanya, apakah pak andika mau berdamai ditanya. Lah iyalah Miolloh, mossok seh.……..hahahahaha, maka kami pun damai pagi tadi Masyaallah. Alhamdulillah.

Lega?

Ternyata belum, Nabil Firdausi, kompasianer baru ini sebetulnya bukan hanya pintar juga smart. Kemarin sore baru saja saya tulis, nah begini dong sehari marah sehari baik baik. Dia tanya saya pak andika sudah baca belum tulisan saya. Saya juga menulislah pak. saya usahakan bisa menulis 10, mungkin maksudnya tahun ini. Saya pergi kelapaknya, ternyata dia menuls soal batik. Wadduh gila banget. Yo wess baru ngajak baikan, apapun saya tak mau berkomentar.

Ternyata setelah saya balik ke lapaknya, yang sebelum kesana saya tanya dia menulis apa kok sepertinya facebooknya aneh, krena dia minta juga ke facebooknya.  Ternyata di tulisan saya yang sedang dia komentari bersama pak dokter kusmanto saling sahut sahutan seperti biasa di lapak saya, ditulis, No, itu bukan saya adminnya, saya cuman posting, dah lupakan saja.

Wadduh ternyata dia lagi jeda di tempat saya, maka komen dia itu saya copy dan saya masukkan dalam tulisannya sebagai komentar, Tidak lama pak Dokter Kusmanto betitahu, jika komentar saya dan komenternya dihapus Nabil, kok gitu ya dokter kusmanto tanya.

Yo wess, maka muncullah tulisan saya dengan judul ” Tulisan Tulisan Palsu dari Malaysia”. Reaksi Nabil, ternyata dia berulang menulis inbox, tidak mau komentar ditulisan saya itu dan setiap saya konter di tulisan dia selalu dihapusnya, onno oppo dan terakhir sore ini dia menulsi lagi di inbox seperti dibawah ini. Doa mampusss.…………..untuk saya, hahahahahahahahahhaa

135704966249473405

Nabil Firdausi

2 January 2013 : 13:03

Fitnahlah saya terus sampai kamu mampus.

Saya baru tahu  pukul 15.30 ada inbox itu dari Nabil, entah kenapa dia menjadi dolak dalok dan depresi berat seperti itu, dia makan sendiri umpan yang dibuat sendiri, hahahahahahaaaaaa

Dia tulis sendiri jika tulisan “mengenai buadaya dan batik Indonesia” yang sangat menyuinggung rasa nasional,  yang semula saya biarkan saja itu,  bukan dia yang buat, dia cuma postingkan saja, lupakanlah tulisnya, seperti sudah saya cantumkan diatas, ditulsnya pada tulisan saya ” Malaysia Juga Korupsi Gede-gedean, Mahu Tahu?”, seeperti ini ……………...

No, adminnya bukan saya. Saya cuman posting aja di situ, dah lupakan saja

So Nabil, pliss dech, kata anak muda Jakarta, jangan main inbox terus terusan dong, sempit hahaha, cari ruang terbuka, ada kolomnya kok, entar ada yang curiga dibilang jeruk baham jeruk………………..hahahahaha, kesian dach
135716881367053298

Nabil dah Ganti baju kah kah kah…..foto Nabil

Kata kata Nabil Sebelum mamapussss……..

2 January 2013 21:07:39

Hey ingat Tuhanlah……kamu ingat kamu betul sanggatkah

___________

Mabrukkk-lah dia………………………hahahahahahhahahahahhahhaaaaa, sippp

Terakhir ada lagi tadi malam inbox, “pengakuan dosa” darinya…………ok saya enggak mau kasih tahu, saya minta dia tulis sendiri secara terbuka, walaupun satu kalimat, 3 januari 2013, pukul 8.30 wib

______________

anak ini memang gendeng, di luar koar koar di inbox mewek mewek,,,,,,,,,hahahahaha.

Salam.

From Nabil Firdausy

3 January 2013 : 01:19

Pak Andika,

Sorry for everything.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 13 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 14 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 15 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: