Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Rachmad Yuliadi Nasir

ARTIKEL TERBARU : www.kompasiana.com/gelandanganpolitik Penulis Lepas, Saya Orang Biasa. Berasal dari tanah dan akan kembali lagi kedalam tanah. Salam selengkapnya

Ibu Kota Negara ASEAN Rawan Banjir

REP | 21 October 2011 | 14:46 Dibaca: 558   Komentar: 0   0

JAKARTA-Negara-negara di kawasan Asean tidak luput dari masalah banjir. Sebagai ibukota negara yang bisa di katakan lebih makmur dari negara tetangganya seperti Jakarta (Indonesia), Singapura (Singapura), Kuala Lumpur (Malaysia) serta Bangkok (Thailand), hampir selalu kebanjiran padahal banyak ahli tata kota yang hebat.

Minggu-minggu ini kota Bangkok (Thailand) kewalahan karena tertimpa musibah banjir badang yang sangat hebat. saat ini sudah ditempatkan lebih dari 1 juta karung pasir untuk mencegah banji masuk ke ibu kota Bangkok. Banjir sudah mengepung wilayah sekitar Bangkok, termasuk kompleks industri Ayutthaya. Keperluan akan karung pasir ini membuat harga barang itu melonjak senilai US$ 2,44 per karung

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menilai banjir yang melanda negaranya kali ini yang terparah dalam setengah abad terakhir. Lebih dari 300 orang tewas dan sediktinya 930 pabrik berhenti beroperasi. Akibatnya, 300 ribu pekerja terpaksa diliburkan.  Banjir juga mengakibatkan sedikitnya 230 jalan raya antarprovinsi dan dalam kota tidak berfungsi, terutama di provinsi-provinsi bagian utara dan tengah Thailand.

Departemen Jalan Luar Kota melaporkan banjir telah mengakibatkan 163 jalan tidak berfungsi dan merusak 595 ruas jalan, meski masih bisa dipakai. Menurut Pelaksana Direktur Jenderal Departemen Jalan Luar Provinsi Chartchai Thipsunawi, nilai kerusakan jalan akibat banjir mencapai 5,4 miliar baht.

Negara tetangga kita yang terkenal cerewet yakni Singapura juga tidak luput dari banjir, beberapa waktu yang lalu Orchard Road Singapura tak lagi menjadi “surga belanja yang nyaman” . Hujan deras menyebabkan banjir di Orchard Road dan perempatan Scotts Road selama sekitar satu jam sehingga tak bisa dilewati untuk lalu lintas. Wilayah paling parah adalah Orchard Road dan Rochor.  Orchard Road kini telah berubah menjadi Orchid River. Bukan jalan Sudirman dan Thamrin saja di Jakarta yang bebas banjir, hampir semua ibukota negara-negara di Asean kebagian rezeki yang sama dari langit, hujan deras akhirnya banjir.

Kasus banjir terbesar di Jakarta terjadi pada tahun 2007 dimana sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan sampai 4,3 triliun rupiah. Pusat bisnis dan perkantoran lumpuh total, akses ke bandara Soekarno Hatta juga macet total mengakibatkan sejumlah penerbangan telad dan membatalkan rute perbangan mereka karena awak pesawat tidak bisa pergi ke bandara.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: