Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Peringatan Ala Malaysia Dalam 4 Bahasa

REP | 23 September 2010 | 23:52 Dibaca: 782   Komentar: 7   0

Sejak menetap untuk sementara bekerja di Malaysia saya sudah sering melihat tanda tanda peringatan untuk tempat tempat berbahaya seperti gardu listrik, unit pemadam kebakaran dituliskan dalam 3 bahasa di Malaysia, yaitu bahasa melayu, inggris dan Cina, tetapi kemarin siang di kantor polisi, begitu masuk saya langsung berhadapan dengan papan peringatan yang ditulis dalam 4 bahasa sekaligus, yaitu bahasa melayu, inggris, cina dan india, seperti ini.

peringatan polisi ala malaysia dalam 4 bahasa, foto dok rudi esape

peringatan polisi ala malaysia dalam 4 bahasa, foto dok rudi esape

Mungkin sayanya saja yang belum pernah melihat peringatan semacam itu sebelumnya, karena saya kurang beredar…..hehe, kalau dalam 3 bahasa yaitu melayu, inggris dan cina, sudah sering.

Kalau sudah seperti ini, otak saya langsung melayang ke Swiss, negara kecil di eropa yang semua orang tahu, sewaktu saya kesasar kesana dulu banget tahun 1990, di Swiss memang hampir semua tanda tanda peringatan di terminal bus, di stasiun di pelabuhan laut di bandar udara, di kereta api lokal atawa antara bangsa di ferry lokal atawa antara bangsa, dibuat dalam 4 bahasa yaitu inggris, italia, prancis dan jerman, olalla. Kenapa?….karena penduduk Swiss mayoritasnya ya berasal dari italia, perancis dan jerman.

Switzerland map diambil dari wikipedia

Switzerland map diambil dari wikipedia

Selain itu pada tahun yang sama 1990 saya juga kesasar ke kanada, disini bahasa resminya bahasa inggris dan bahasa perancis, semua dokumen resmi pemerintah petunjuk petunjuk dan peringatan peringatan dibuat dalam 2 bahasa inggris dan perancis, repotkan, olalala. Negara bagian Quebec sewaktu saya kesasar lagi kesana pada tahun 1997 hampir saja merdeka jika saja hasil referendum warga Quebec memilih bahasa dan budaya prancis bukan inggris yang akan mementukan Quebec tetap menjadi bagian kanada atau memisahkan diri. Hasilnya ternyata ingris yang menang sedikit sekali, sehingga Quebec tetap menjadi bagian dari kanada sampai hari ini.

peta quebec  dipinjam dari dari google

peta quebec dipinjam dari dari google

Kembali ke peringatan ala malaysia tadi, sebetulnya sayapun sudah tahu kenapa ada 4 bahasa dalam banyak hal di malayisia saat ini, terutama untuk tanda tanda peringatan yang membahayakan keselamatan jiwa manusia, karena penduduk Malaysia mayoritasnya adalah melayu, cina dan india, cuma saya enggak puas kalau enggak nanya ke polisinya kenapa harus dibuat dalam 4 bahasa. Jawabnya yaitu tadi.

Terus bahasa inggrisnya?
Untuk yang tidak mau menggunakan ketiga bahasa lainnya atau tidak mengerti ketiga bahasa lainnya itu. Begitu.

Coba di Indonesia dulu kalau enggak ada Sumpah Pemuda tahun 1928, berapa bahasa ya?……..
Ya sudah, Saya Cinta Indonesia apa adanya.

salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Raja Ampat (2): Muslim, Ojek, dan Negeri …

Luthfiyah Nurlaela | | 31 August 2014 | 08:52

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Kompasioner Terancam …

Hendra Budiman | | 31 August 2014 | 11:05

Mahabiru di Puncak Merbabu …

Den Bhaghoese | | 31 August 2014 | 09:39

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 4 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 6 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | 8 jam lalu

KRL–Setelah Gerbong Khusus Wanita …

Wardah Fajri | 9 jam lalu

Ranjau Berkarat …

Luhur Pambudi | 9 jam lalu

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | 9 jam lalu

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: